Ikuti Kami

Generasi Muda Didorong Terlibat dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa

Oleh: Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rio Dondokambey.

Generasi Muda Didorong Terlibat dalam Politik untuk Menentukan Masa Depan Bangsa
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rio Dondokambey.

Jakarta,, Gesuri.id –  Keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia. Anak muda tidak hanya diharapkan menjadi penerus bangsa, tetapi juga perlu mengambil peran aktif dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, serta mendorong perubahan di berbagai sektor.

Selama ini, sebagian generasi muda masih memandang politik sebagai urusan elite yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, berbagai keputusan politik memiliki pengaruh langsung terhadap kesempatan memperoleh pekerjaan, akses pendidikan, hingga peluang mengembangkan usaha.

Tantangan tersebut semakin relevan jika melihat kondisi ketenagakerjaan generasi muda di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi pemuda yang tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan atau not in employment, education, or training (NEET) mencapai 20,31 persen pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan pemerataan kesempatan. Generasi muda membutuhkan akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan, pendidikan berkualitas, serta pelatihan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penduduk berusia 16–30 tahun mencapai 64,5 juta jiwa. Besarnya populasi usia muda tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi. Namun, apabila tidak dikelola secara tepat, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan persoalan sosial, seperti pengangguran dan kemiskinan.

Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

Politik Memiliki Peran dalam Menjawab Persoalan Anak Muda

Kebijakan pemerintah dan keputusan lembaga legislatif memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Pemerintah berperan menyusun program dan menentukan prioritas anggaran, sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Melalui proses tersebut, berbagai kebijakan yang dihasilkan dapat menentukan arah pembangunan, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi generasi muda.

Di sisi lain, hubungan antara anak muda dan para pengambil keputusan perlu diperkuat melalui komunikasi yang terbuka. Aspirasi generasi muda harus mendapatkan ruang agar berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat dipahami dan menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

Partai politik juga memiliki peran dalam menjembatani komunikasi tersebut. Selain berkaitan dengan proses pemilihan umum, partai politik memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.

Melalui organisasi politik, generasi muda dapat mempelajari proses pengambilan keputusan, memahami mekanisme penyusunan kebijakan, serta mengetahui cara memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur kelembagaan.

Anak Muda Didorong Berani Mengambil Peran

Keterlibatan generasi muda dalam politik tidak harus selalu dimulai dengan menjadi anggota partai atau menduduki jabatan publik. Mereka dapat berkontribusi melalui berbagai organisasi masyarakat, komunitas, gerakan sosial, organisasi kepemudaan, maupun forum diskusi publik.

Sejumlah persoalan, seperti pelestarian lingkungan, pemerataan akses pendidikan, pemberdayaan usaha kecil, dan transparansi kebijakan daerah, dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk terlibat secara langsung.

Partisipasi tersebut juga menjadi sarana untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

Perubahan membutuhkan proses panjang yang melibatkan diskusi, negosiasi, dan kerja sama berbagai pihak. Oleh karena itu, keterbatasan dalam menyampaikan gagasan maupun menghadapi perbedaan kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan bagi generasi muda untuk menghindari keterlibatan dalam kehidupan publik.

Bagi anak muda yang memilih terjun ke dunia politik dan menjadi wakil rakyat, tanggung jawab yang diemban juga harus diwujudkan melalui kerja nyata. Aspirasi masyarakat perlu didengar secara langsung dan diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan.

Selain itu, para wakil rakyat dari kalangan muda tetap perlu menjaga komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Pengawasan dan kritik publik juga menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas perwakilan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Meneruskan Estafet Pembangunan Bangsa

Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan capaian sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang diwariskan generasi sebelumnya. Karena itu, masa depan Indonesia membutuhkan generasi muda yang kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu bekerja sama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengingat kembali semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 1928. Perbedaan latar belakang tidak menghalangi mereka untuk membangun tekad bersama demi Indonesia.

Semangat tersebut perlu diteruskan melalui tindakan nyata yang sesuai dengan tantangan zaman. Salah satunya dengan mendorong generasi muda agar tidak kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi dan tetap terlibat dalam proses pembangunan.

Masa depan bangsa tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada segelintir pihak. Generasi muda memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengawasi jalannya pemerintahan, serta mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan.

Baik melalui pengawasan dari luar lembaga politik maupun keterlibatan langsung dalam organisasi dan institusi pemerintahan, partisipasi generasi muda diperlukan untuk memastikan kebijakan publik tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Indonesia yang lebih adil.

Quote