Jakarta, Gesuri.id - Belum genap satu kuartal memasuki 2026, tapi ujian bagi demokrasi dan kebebasan sipil sudah berulang kali datang. Satu per satu, ruang untuk berbeda pendapat terasa semakin sempit.
Pertanyaannya: pada siapa kita boleh menaruh harapan, agar nilai-nilai demokrasi yang dulu kita perjuangkan bersama masih bisa kita pertahankan dengan bermartabat?
Belakangan ini, kita menyaksikan pola yang berulang dan mengkhawatirkan. Ketika organisasi masyarakat sipil atau lembaga riset menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, perhatian publik tidak diarahkan pada substansinyabukan pada data, bukan pada metodologi, bukan pula pada kesimpulan yang dihasilkan.
Yang justru muncul adalah tuduhan: didanai asing,punya agenda luar.
Baca:Perjalanan HidupGanjarPranowo Lengkap dengan Rekam Jejak