ManokwariI, Gesuri.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Obet A. Rumbruren, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan menjaga integritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mewanti-wanti agar program prioritas pemerintah ini tidak disalahgunakan oleh pihak pengelola demi mencari keuntungan pribadi.
Hal tersebut disampaikan Obet dalam acara sosialisasi program MBG yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Serba Guna Gereja Maranatha, Manokwari.
Baca: Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil
Acara ini dihadiri oleh Koordinator BGN Manokwari, Dianto Pongtengko, S.H., serta ratusan warga setempat.
"Program ini perlu didukung penuh karena bertujuan menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari kekurangan gizi. Namun, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran," ujar Obet.
Secara khusus, Obet menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan pemenuhan gizi masyarakat. Ia meminta para pengelola SPPG menanamkan jiwa pengabdian, bukan sekadar menjadikannya ladang bisnis.
"Kami berharap pengelola SPPG memiliki jiwa sosial dan pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan. Kualitas makanan dan standar gizi juga harus terus diawasi agar tidak dikorbankan," tegas legislator asal Papua Barat tersebut.
Belajar dari evaluasi berkala, Obet juga mengingatkan agar kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di beberapa wilayah menjadi pelajaran berharga dalam sistem distribusi dan penyimpanan bahan pangan.
Menurutnya, manajemen logistik memegang kunci utama dalam menjaga higienitas dan keamanan pangan sebelum dikonsumsi oleh masyarakat.
"Manajemen logistik harus diperhatikan dengan baik. Bahan makanan harus disimpan sesuai standar suhu dan tidak boleh terlalu lama agar keamanan pangan tetap terjaga," tambahnya.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Di sisi lain, Obet melihat program MBG memiliki multiplier effect (efek berganda) yang positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), program ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Sebagai anggota Komisi IX, Obet memastikan bahwa DPR RI akan terus mengawal keberlangsungan program ini secara hulu ke hilir. Peran tersebut mencakup persetujuan anggaran negara, pemberian rekomendasi kebijakan, hingga pengawasan dan evaluasi berkala langsung di lapangan.
Melalui sosialisasi di Manokwari ini, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan transparan, aman, dan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pembangunan SDM Indonesia yang unggul.

















































































