Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan klaim Menteri Perdagangan yang menyebut Indonesia mengalami surplus ekspor baja.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan kondisi riil industri baja nasional yang justru tengah tertekan oleh masifnya impor baja.
Jujur kami kaget karena ini seperti anomali karena berbeda jauh dengan ketika kami mendengar para pelaku industri baja yang hadir di tempat ini Pak, ujar Mufti Anam dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
RDP tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), BPI Danantara, serta PT Krakatau Steel. Dalam forum itu, Mufti menggambarkan beratnya tekanan yang dialami industri baja dalam negeri akibat derasnya arus impor.
Ia mencontohkan kondisi salah satu asosiasi industri baja nasional yang mengalami penurunan aktivitas produksi secara drastis hingga berdampak pada tenaga kerja.