Jakarta, Gesuri.id - 3 Agustus 1945, Jakarta berada di bawah pendudukan militer Jepang yang mulai melemah, ditandai oleh persiapan intensif para tokoh pergerakan nasional dan ketegangan akibat Perang Dunia II yang mendekati akhir.
Kota Jakarta masih dikontrol ketat oleh tentara pendudukan Kekaisaran Jepang, meskipun posisi mereka di Asia mulai terdesak hebat oleh Sekutu.
Para tokoh Indonesia terus mematangkan rencana kemerdekaan, dimana badan persiapan seperti PPKI mulai dibentuk dan dirumuskan sebagai langkah transisi kekuasaan.
Pada 3 Agustus 1945 itu juga, Bung Karno berperan sebagai poros utama konsolidasi politik di Jakarta pasca-penyelesaian tugas BPUPKI.
Setelah merampungkan kerja perumusan UUD dan Pembukaan, Soekarno memimpin koordinasi intensif bersama Mohammad Hatta dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat untuk mengawal transisi kekuasaan dan memastikan pembentukan badan pengganti (PPKI) tidak disusupi agenda penundaan dari pihak militer Jepang.