Jakarta, Gesuri.id - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai secara berbeda oleh Abraham Garuda Laksono. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu menggelar saresehan politik di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Abraham menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh dipahami sebatas seremoni historis, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran kolektif bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.
Harkitnas adalah panggilan sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan arah. Ketika dunia dilanda konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, rakyat kecil menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Harga kebutuhan naik, daya beli melemah, dan tekanan hidup semakin berat, ujar Abraham.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Ia menilai situasi global saat ini telah memengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, menurutnya, politik tidak boleh kehilangan orientasi kerakyatan.