Yogyakarta, Gesuri.id - Apakah Indonesia siap menghadapi konsekuensi jika terjebak dalam blokade kepentingan negara adidaya?
Pertanyaan kritis ini dilontarkan Guru Besar UGM, Prof Dafri Agus Salim terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) yang memang layak dipertanyakan.
Mengapa pertanyaan ini muncul? Ini mengingat ketergantungan investasi dan utang luar negeri Indonesia yang sudah terlanjur mendalam.
Guru Besar Fisipol UGM ini secara menyeluruh memberikan respons kritis terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP), juga kebijakan ekonomi global yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.