Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan kekecewaannya atas berulangnya insiden kapal yang menabrak fender atau pengaman Jembatan di Sungai Mahakam, Kota Samarinda.
Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah teknis semata, melainkan menyangkut langsung keselamatan nyawa masyarakat Kalimantan Timur.
Sepengetahuan saya seharusnya sudah selesai tahun lalu. Makanya kami di DPRD melalui Komisi II dan Komisi III melakukan pengawasan ketat kepada KSOP dan Pelindo serta pihak terkait. Kami minta laporannya, kendalanya apa, kok belum selesai? kata Ananda Moeis, Minggu (18/1/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti kejadian terbaru yang menimpa Jembatan Mahulu, yang menurutnya menambah daftar panjang insiden serupa, termasuk yang sebelumnya terjadi di Jembatan Mahakam atau jembatan lama. Kekhawatiran semakin besar lantaran fender jembatan yang ditabrak bahkan dilaporkan hilang dan tenggelam, namun hingga kini belum juga dibangun kembali.
Ananda Moeis mempertanyakan progres penggantian fender yang seharusnya sudah rampung pada tahun lalu. Fakta di lapangan justru menunjukkan adanya keterlambatan atau kemoloran pekerjaan, sehingga potensi bahaya terus mengintai pengguna jembatan dan masyarakat di sekitarnya.