Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskanisu kesehatan mental dan perlindungan anak kini menjadi sorotan utama dalam fungsi pengawasan DPR RI. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna penutupan masa sidang, dengan penekanan khusus pada meningkatnya ancaman child grooming yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Menurut Puan, negara harus hadir secara nyata untuk memberikan perlindungan maksimal bagi generasi muda dari praktik manipulasi, eksploitasi, dan kekerasan berbasis relasi kuasa yang kerap menyasar anak-anak, terutama di ruang digital.
DPR RI memberikan perhatian terhadap berbagai permasalahan, antara lain penanganan terhadap berbagai kasus warga negara Indonesia (WNI) di negara lain, kesehatan mental anak, serta pelindungan anak dari ancaman child grooming, ujar Puan dikutip, Senin (2/3).
Ia menjelaskan, perhatian DPR tidak hanya terbatas pada aspek hukum semata, tetapi juga mencakup jaminan kesehatan mental, penguatan sistem perlindungan sosial, hingga peningkatan literasi digital bagi anak dan orang tua. Puan menilai, ancaman child grooming berkembang seiring meningkatnya akses anak terhadap internet dan media sosial tanpa pengawasan memadai.
Perlindungan anak harus dilakukan secara komprehensif. Tidak cukup hanya penegakan hukum, tetapi juga pencegahan melalui edukasi, penguatan keluarga, serta pengawasan terhadap platform digital, tegasnya.