Jakarta, Gesuri.id Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengecam keras keterlibatan aparat TNI dalam membubarkan aktivitas pemutaran dan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi di Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk nyata pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi.
Andreas menilai intervensi militer dalam ranah seni sangat berlebihan dan tidak beralasan. Ia mempertanyakan urgensi pengerahan aparat pertahanan untuk menghadapi sebuah karya film.
Baca:GanjarPranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko Selesaikan
Mengapa menonton karya seni saja harus dihadang oleh militer? Apakah ini ancaman terhadap pertahanan negara? Tindakan pihak militer ini berlebih-lebihan, ujar Andreas dalam keterangan tertulisnya.