Singaraja, Gesuri.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat, 16 Oktober 2026. Antrean kendaraan di 21 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tampak sejak dini hari, bahkan mencapai sekitar satu kilometer, dengan waktu tunggu masyarakat hingga enam jam untuk mendapatkan BBM.
Panjang antrean tersebut membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memperoleh bahan bakar. Kondisi ini terjadi di tengah distribusi BBM yang belum berjalan lancar sehingga masyarakat diminta menyikapi situasi dengan bijak.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia menilai pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kehabisan pasokan justru berpotensi memperburuk antrean di SPBU.
Jadi, kemarin sudah saya sampaikan kepada masyarakat agar dalam kondisi dan situasi begini, membeli atau mendapatkan BBM sesuai dengan kebutuhannya. Jangan mengikuti kepanikan, seolah-olah tidak ada BBM, ujarnya.
Sutjidra menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa persoalan yang terjadi berkaitan dengan proses distribusi BBM. Karena itu, ia meminta warga tetap tenang sembari menunggu penyaluran pasokan ke SPBU kembali berjalan lancar.