Apakah Sukarno Seorang Diktator?

Oleh: Guntur Soekarno, Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI/Pemerhati Sosial.
Senin, 05 Januari 2026 14:23 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Ketika di Sumatera dan Sulawesi pecah pemberontakan PRRI dan Permesta yang didukung oleh partai Masyumi juga partai PSI (Partai Sosialis Indonesia) Bung Karno sebagai Panglima Tertinggi ABRI yang ketika itu berada di luar negeri, kalau penulis tidak salah ingat sedang berada di Amerika Serikat.

Di atas kertas toilet Bung Karno menulis instruksi agar Kolonel Ahmad Yani Kolonel Bejo dan Kaharudin Nasution segera mengatasi pemberontakan tersebut.

Instruksi tersebut dikirim oleh ahli sandi dari Badan Pusat Intelijen (BPI) Letkol Nelson Tobing melalui jaringan State Departemen Amerika Serikat.

Setelah pemberontakan-pemberontakan tersebut dapat diatasi dengan sukses oleh TNI dan Bung Karno sudah kembali ke Jakarta Bung Karno mengadakan penyelesaian secara politis agar semua permasalahannya selesai tuntas.

Adapun penyelesaian politisnya adalah antara lain:
Partai Masyumi dibubarkan dan Moh. Natsir Ketua Umumnya ditahan.
Partai PSI juga dibubarkan Ketuanya Sutan Sjahrir ditahan.
Buya Hamka yang merupakan sahabat dekat pribadi Bung Karno dengan berat hati juga ditahan karena menjadi anggota teras partai Masyumi.

Baca juga :