Aria Bima: Instruksi Tito Karnavian Melarang Buka Lahan dengan Membakar Terlambat Disampaikan

Ini langkah yang sudah semestinya diambil, bahkan barangkali agak terlambat mengingat pola karhutla yang berulang setiap tahun.
Rabu, 26 Agustus 2026 22:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, menyambut baik instruksi Mendagri Tito Karnavian kepada semua kepala daerah yang melarang membuka lahan dengan cara membakar. Namun Aria menilai instruksi tersebut terlambat disampaikan.

Saya menyambut baik instruksi tegas dari Mendagri Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah untuk melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Ini langkah yang sudah semestinya diambil, bahkan barangkali agak terlambat mengingat pola karhutla yang berulang setiap tahun di sejumlah provinsi rawan, seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan, kata Aria Bima, Selasa (25/8/2026).

Aria memandang larangan itu tepat lantaran praktik pembakaran lahan bukan sekadar persoalan administratif atau teknis pertanian semata. Dia menegaskan dampaknya jauh lebih luas.

Kerusakan biodiversitas menjadi salah satu konsekuensi paling nyata, ekosistem gambut yang terbakar butuh puluhan tahun untuk pulih, bahkan sebagian tidak akan pernah kembali seperti semula. Belum lagi pelepasan karbon ke atmosfer dalam jumlah masif, yang jelas bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement maupun target NDC yang sudah kita tandatangani sendiri, ucap dia.

Aria juga menyoroti sisi kesehatan publik akibat pembakaran saat pembukaan lahan. Menurut dia, penderita ISPA meningkat tajam setiap musim kemarau di daerah yang terdampak karhutla.

Baca juga :