Ikuti Kami

Potensi Kebakaran Masih Berlangsung, Bupati Muratara Devi Suhartoni Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran

Devi: Apalagi maling api atau setrum PLN, mak ketika menghidup alat alat bertegangan listrik potensi kabel meleleh atau terbakar,"

Potensi Kebakaran Masih Berlangsung, Bupati Muratara Devi Suhartoni Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni.

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau yang masih berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan kebakaran di permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Apalagi maling api atau setrum PLN, mak ketika menghidup alat alat bertegangan listrik potensi kabel meleleh atau terbakar," tukis Devi di Media sosialnya dikutip Rabu (26/8).

Devi meminta masyarakat memastikan instalasi listrik di rumah masing-masing menggunakan kabel yang sesuai standar. Ia juga mengingatkan warga untuk segera memeriksa kondisi kabel listrik di rumah guna mencegah terjadinya korsleting maupun kebakaran.

Menurut Devi, dalam beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah kejadian kebakaran rumah yang diduga dipicu penggunaan kabel listrik yang tidak standar dan tidak tahan terhadap panas.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik, terutama ketika menggunakan berbagai peralatan yang membutuhkan daya listrik cukup besar. Kabel yang tidak sesuai standar dinilai berpotensi mengalami kerusakan hingga memicu kebakaran.

Selain kebakaran di permukiman, Devi juga menyoroti potensi kebakaran di sejumlah wilayah yang selama musim kemarau cukup rawan terjadi kebakaran.

"Masyarakat, hendaknya kita semua selalu saling ingatkan setiap kemarau potensi terjadi kebakaran, maka hati-hati," imbaunya.

Devi mengungkapkan, wilayah yang kerap mengalami kebakaran di sekitar kawasan permukiman antara lain Kecamatan Karang Dapo, khususnya di dekat SMP yang hampir setiap tahun terjadi kejadian kebakaran, serta Kecamatan Rupit di sekitar kawasan perkantoran yang juga dinilai rawan.

Ia meminta masyarakat di wilayah tersebut maupun daerah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama dengan saling mengingatkan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Untuk mencegah karhutla, Devi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber api ketika kondisi lingkungan kering.

Selain persoalan kebakaran, Devi turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas sumur bor yang telah dibangun di sejumlah desa. Fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk menghadapi kondisi sulit air selama musim kemarau.

"Ketika susah air seperti saat ini, maka kedepan kita sama sama persiapan, sumur yang dibuat di desa-desa dijaga dan dipakai. Gotong royong bayar listrik dan jangan yang dekat rumah dibuat untuk pakai sendiri, berbagi dan bersama untuk kebaikan," pesannya.

Devi berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga sumur bor secara bersama-sama. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan sarana yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga sehingga penggunaannya perlu mengedepankan semangat gotong royong.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Kewaspadaan terhadap sumber api, penggunaan instalasi listrik yang aman, serta pemanfaatan fasilitas air secara bersama dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.

Devi menegaskan, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh masyarakat. Dengan kewaspadaan bersama, potensi kebakaran di permukiman maupun karhutla diharapkan dapat ditekan.

Quote