Surabaya, Gesuri.id Peningkatan volume sampah di berbagai daerah di Indonesia menuntut adanya terobosan teknologi yang konkret.
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi sekadar mengandalkan pola konvensional, yakni angkut dan timbun.
Menurut Shanty, Indonesia harus segera beralih ke metode pemrosesan yang lebih maju, salah satunya melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Peningkatan volume sampah memaksa kita untuk menerapkan teknologi dan kebijakan baru. Opsi waste to energy penting agar timbunan sampah berkurang sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi, ujar Shanty kepada wartawan, Jumat (10/7).