Bandar Lampung, Gesuri.id Tragedi banjir yang kembali merenggut korban jiwa di Kota Bandar Lampung memicu kritik tajam dari berbagai pihak.
Pengamat kebijakan publik dan lingkungan, Endro S. Yahman, menilai bencana yang terus berulang ini merupakan sinyal merah adanya persoalan serius dalam tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan daerah.
Endro yang juga mantan anggota DPR RI menyampaikan duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, ia menegaskan bahwa hilangnya nyawa dalam bencana ini seharusnya bisa dihindari jika fungsi mitigasi berjalan optimal.
Baca:GanjarPranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Saya ikut berdukacita kepada keluarga korban. Seharusnya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi. Pemerintah kota memiliki BPBD yang bertugas memitigasi dan mengendalikan potensi dampak bencana banjir, ujar Endro, Minggu (8/3/2026).