Banteng Kabupaten Bekasi Tolak Upah Murah: Buruh Bukan Sekadar Biaya Produksi

Buruh adalah sokoguru ekonomi. Tapi jangan diposisikan hanya sebagai biaya produksi.
Jum'at, 01 Mei 2026 23:23 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi secara terbuka menyatakan penolakan terhadap praktik upah murah yang dinilai masih membayangi kehidupan buruh di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, Kamis (1/5), dalam momentum peringatan 1 Mei yang disebutnya sebagai hari perjuangan, bukan sekadar perayaan.

May Day lahir dari sejarah panjang perjuangan buruh sejak Chicago 1886. Semangat itu tidak boleh padam. Bekasi sebagai kawasan industri besar, nasib buruh menjadi tolok ukur keadilan sosial, tegas Nyumarno.

Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Di balik geliat industri dengan lebih dari 7.000 pabrik, kontribusi buruh disebut mencapai lebih dari 40 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bekasi. Namun, realitas di lapangan dinilai belum sepenuhnya berpihak.

Baca juga :