Basarah Ingatkan Jangan Anggap Remeh Krisis Kebangsaan!

“Segenap stakeholder Pemerintahan mesti satu visi dan misi dengan semangat kebangsaan untuk menghidupkan kembali rasa cinta kepada ideologi
Senin, 03 Mei 2021 14:35 WIB Jurnalis - Elva Nurrul Prastiwi

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah mengatakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini harus diletakkan pada konteks historis dan reflektif mengapa tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Baca:Hardiknas, Mega: Negara Harus Hadir Dengan Kebijakan Nyata

Seperti kita ketahui, 2 Mei adalah hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, yakni Ki Hajar Dewantara. Selain sebagai tokoh pendidikan, Ki Hajar merupakan tokoh kebangsaan, yang bersama dua tokoh lain; Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo kita sebut sebagai Tiga Serangkai. Tiga tokoh inilah yang mengenalkan ideologi nasionalisme di Indonesia, dan menjadi guru dari tokoh pergerakan nasionalisme seperti Bung Karno, ujar Ahmad Basarah yang juga Anggota Komisi Pendidikan DPR ini, Minggu (2/5).

Menurut Basarah, ketika Ki Hajar mendirikan Perguruan Taman Siswa pada Juli 1922, konsep dan praktik pendidikannya tidak lepas dari ideologi kebangsaan yang telah dikembangkan jauh hari. Maka Taman Siswa lalu menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi rasa cinta Tanah Air, khususnya semangat memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Visi dan misi inilah yang harus kita kembalikan dalam membangun pendidikan nasional kita, kata Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI ini.

Baca juga :