Jakarta, Gesuri.id - Pada masa awal pemerintahan Jepang, Bung Karno masih mendekam dalam penjara Bukittinggi. Setelah terjadi rundingan dengan penguasa Dai Nippon, akhirnya Bung Karno dibebaskan bersyarat. Selanjutnya janji membentuk pemerintah Jepang mulai dipenuhi ketika pemerintah Jepang mendirikan organisasi Pusat Tenaga Rakyat (Putera) pada 8 Maret 1943 dan Bung Karno diangkat sebagai Ketua.
Dalam waktu yang bersamaan, pada masa pendudukan Jepang, Bung Karno maupun Ki Bagus adalah elite nasionalis. Keduanya sama-sama menjabat Ketua organisasi. Bung Karno menjabat Ketua organisasi yang didirikan Jepang, sedang Ki Bagus Ketua organisasi Muhammadiyah.
Pra-Kemerdekaan: Memenuhi Undangan Jepang
Ketika pemerintah Jepang mengundang dua tokoh Indonesia, mereka memilih Bung Karno dan Ki Bagus untuk membicarakan persiapan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi Ki Bagus mengusulkan kepada penguasa militer Jepang agar ditambah satu lagi yang diundang. Lalu Ki Bagus menyebut nama Moh. Hatta.
Selanjutnya pada November 1943, Soekarno, Hatta, bersama Ki Bagus Hadikusumo memenuhi undangan Jepang. Nama Ki Bagus Hadikusumo sangat diperhitungkan oleh Bung Karno dalam diplomasi dengan Tokyo. Tiga tokoh penting bangsa ini berembuk tentang masa depan Indonesia. Baik masa menjelang pemerintahan sendiri maupun masa setelah Indonesia bebas dari penjajahan Jepang.