Bupati Kukar: Perumdam Tirta Mahakam Harus Turunkan Kebocoran Air Kurangi Kerugian

Tingkat kebocoran air saat ini masih tinggi di kisaran 40 persen, sementara standar toleransi yang wajar adalah 25 persen.
Sabtu, 24 Januari 2026 12:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyatakan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mahakam harus terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air dari pipa untuk mengurangi kerugian perusahaan.

Berdasarkan data yang saya terima, tingkat kebocoran air saat ini masih tinggi di kisaran 40 persen, sementara standar toleransi yang wajar adalah 25 persen, ujar Aulia Rahman di Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur, dikutip Jumat (23/1).

Ia menyebut bahwa selisih toleransi dari 40 persen ke 25 persen ini sangat tinggi sehingga harus segera ditangani, maka dibutuhkan keseriusan jajaran direksi dan manajemen agar tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) terus menurun.

Perlu dilakukan langkah-langkah taktis dan strategis guna menurunkan angka NRW, antara lain melalui perbaikan jaringan pipa yang rusak, pemanfaatan teknologi pendeteksi kebocoran, optimalisasi administrasi pencatatan meter dan penagihan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, katanya.

Ia menyebut, kehadiran Perumdam memiliki tujuan utama menyediakan pelayanan air bersih yang layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat sebagai pelayanan dasar, sekaligus menunjang pembangunan daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan perusahaan yang profesional, efektif, dan efisien.

Baca juga :