Jakarta, Gesuri.id - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyatakan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mahakam harus terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air dari pipa untuk mengurangi kerugian perusahaan.
"Berdasarkan data yang saya terima, tingkat kebocoran air saat ini masih tinggi di kisaran 40 persen, sementara standar toleransi yang wajar adalah 25 persen," ujar Aulia Rahman di Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur, dikutip Jumat (23/1).
Ia menyebut bahwa selisih toleransi dari 40 persen ke 25 persen ini sangat tinggi sehingga harus segera ditangani, maka dibutuhkan keseriusan jajaran direksi dan manajemen agar tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) terus menurun.
“Perlu dilakukan langkah-langkah taktis dan strategis guna menurunkan angka NRW, antara lain melalui perbaikan jaringan pipa yang rusak, pemanfaatan teknologi pendeteksi kebocoran, optimalisasi administrasi pencatatan meter dan penagihan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” katanya.
Ia menyebut, kehadiran Perumdam memiliki tujuan utama menyediakan pelayanan air bersih yang layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat sebagai pelayanan dasar, sekaligus menunjang pembangunan daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan perusahaan yang profesional, efektif, dan efisien.
Sebelumnya, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perumdam Tirta Mahakam, bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kinerja layanan air bersih.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi Tirta Mahakam melalui pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola secara mandiri oleh BUMDes maupun kelompok masyarakat di sejumlah desa.
"Perumdam Tirta Mahakam telah melayani 145 desa dan kelurahan, terdiri dari 107 desa dan 38 kelurahan. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah untuk menjangkau sisa wilayah dari total 237 desa dan kelurahan yang tersebar di Kabupaten Kukar," katanya.
Ia juga menyebut bahwa perusahaan daerah ini terus menunjukkan perkembangan, karena saat ini jumlah sambungan langganan (SL) telah mencapai 114.437 SL, yang berarti sekitar 343.311 jiwa penduduk telah menikmati layanan air bersih.
"Jika dibandingkan dengan total penduduk Kabupaten Kukar yang sebanyak 813.926 jiwa, maka cakupan layanan Perumda Tirta Mahakam saat ini berada pada angka 42,18 persen. Angka ini sudah bagus, namun harus terus ditingkatkan," kata bupati.

















































































