Carut Marut BBM, Kamarudin Muten Tegur Pengelolaa SPBU dan Pertamina Benahi Distribusi

SPBU jangan merasa yang penting minyak cepat habis jam 11 atau 12 siang, lalu tutup dan pulang. Itu tidak baik.
Sabtu, 08 Agustus 2026 08:05 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola SPBU dan manajemen Pertamina Patra Niaga terkait carut-marut pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Belitung Timur.

Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Pembahasan Pendistribusian BBM yang dihadiri seluruh pemilik SPBU se-Belitung Timur di Desa Padang, Manggar, Rabu (5/8/2026).

SPBU jangan merasa yang penting minyak cepat habis jam 11 atau 12 siang, lalu tutup dan pulang. Itu tidak baik. Jangan cuma mengejar barang cepat ludes demi dapat uang, tapi proses penyalurannya asal-asalan, ujarnya.

Kamarudin menilai pengelola SPBU tidak seharusnya hanya berorientasi menghabiskan kuota harian secepat mungkin tanpa memperhatikan ketertiban serta keadilan dalam penyaluran BBM kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

Selain menyoroti pengelolaan SPBU, Kamarudin juga meminta Pertamina Patra Niaga tidak bersikap lepas tangan terhadap berbagai penyimpangan distribusi yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat penyaluran akhir.

Baca juga :