Darmadi Durianto: Pelemahan Rupiah Masuk ke Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Akibat Ketergantungan Impor

Tingginya ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap impor kebutuhan dasar.
Selasa, 19 Mei 2026 22:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan memperlihatkan tingginya ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap impor kebutuhan dasar.

Dolar sekarang sudah tembus 17.600an dan dampaknya bukan cuman di layar grafik tapi sudah masuk ke kehidupan sehari-hari, setiap bulan Indonesia impor bisa tembus sekitar 20 miliar dolar US kira-kira kalau dikonversi sekarang itu setara hampir 350 triliun per bulan pertanyaan sederhana, ekonomi kita ini sebetulnya berdiri di atas kaki sendiri atau masih tergantung pada luar negeri, ujar Darmadi Durianto dikutip Selasa (19/5).

Ia menjelaskan bahwa barang impor yang masuk ke Indonesia bukan hanya produk mewah, melainkan kebutuhan pokok masyarakat dan bahan baku industri. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan struktur ekonomi nasional masih sangat bergantung pada produk luar negeri.

Karena yang kita impor bukan barang mewah tapi kebutuhan dasar, gandum, gula, kedele, susu, jagung sampai bahan baku industri seperti plastik, baja, dan komponen elektronik artinya struktur ekonomi kita masih sangat bergantung pada pasukan luar, katanya.

Darmadi menilai pelemahan rupiah saat ini telah memasuki fase yang lebih krusial karena dampaknya tidak hanya terasa di pasar keuangan, tetapi juga langsung memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca juga :