Deddy Sitorus Ingatkan Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Naiknya Harga Pertamax RON 92

Negara-negara lain biasanya punya cadangan minimal 3 sampai 6 bulan ke depan, tetapi Indonesia hanya punya 20-25 hari saja.
Rabu, 24 Juni 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi ll DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax RON 92 yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah dan pelaku usaha.

Negara-negara lain biasanya punya cadangan minimal 3 sampai 6 bulan ke depan, tetapi Indonesia hanya punya 20-25 hari saja. Hal ini membuat harga BBM di Indonesia sangat rentan terhadap volatilitas harga dunia, kata Deddy, Minggu (21/6/2026).

Menurut Deddy, kenaikan harga Pertamax merupakan dampak paling nyata dari lemahnya ketahanan energi nasional yang membuat posisi Indonesia rentan terhadap guncangan ekonomi global.

Tak hanya soal cadangan energi yang terbatas, Deddy juga menyoroti kondisi infrastruktur energi di Indonesia. Ia menilai spesifikasi kilang minyak nasional berbeda dengan mayoritas standar BBM dunia sehingga menimbulkan persoalan efisiensi yang berkelanjutan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, pada akhirnya menciptakan beban tambahan yang harus ditanggung masyarakat sebagai konsumen, terutama kelompok kelas menengah.

Baca juga :