Deddy Sitorus Sebut Praktik Dugaan Suap BEM UBK Bentuk Orkestrasi Politik Murahan

“Ya ini kan menunjukkan bahwa dalam setiap keramaian, dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi.”
Rabu, 24 Juni 2026 12:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi ll DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menilai dugaan suap yang menyeret sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) menunjukkan adanya upaya pihak tertentu untuk menunggangi gerakan mahasiswa demi kepentingan politik.

Ya ini kan menunjukkan bahwa dalam setiap keramaian, dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi, kata Deddy, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Deddy saat menanggapi tuntutan terbuka dari BEM Fakultas Hukum (FH) UBK yang meminta pertanggungjawaban sejumlah pengurus BEM universitas dan fakultas terkait dugaan penerimaan uang sebesar Rp20 juta setelah terjadi perubahan arah aksi demonstrasi yang semula ditujukan ke Istana Negara.

Menurut Deddy, selama ini PDI Perjuangan kerap dituduh sebagai pihak yang berada di balik berbagai aksi mahasiswa. Namun, ia menilai kasus yang mencuat di lingkungan UBK justru memperlihatkan fakta yang berbeda.

Kita dituding menunggangi gerakan mahasiswa, tapi kalau melihat kasus UBK itu kan terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres gitu kan, ujar Deddy.

Baca juga :