Dede Indra Permana Ajak Amalkan Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan Untuk Melawan Hoaks

"Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, bahkan berbeda dalam menilai suatu kebijakan."
Kamis, 16 Juli 2026 10:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra PermanaSoediro mengajak masyarakat menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika politik dengan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang mengangkat tema Memperkuat Persatuan, Menjaga Demokrasi, dan Melawan Hoaks melalui Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan.

Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, bahkan berbeda dalam menilai suatu kebijakan. Namun, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa tidak boleh putus hanya karena perbedaan politik. Pancasila mengajarkan kita untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, menghormati kemanusiaan, dan mengutamakan persatuan Indonesia, ujarnya dikutip Kamis(16/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dede menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, tetapi harus disampaikan secara santun, bertanggung jawab, dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa.

Dede juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi berpotensi memecah persatuan.

Sebelum membagikan sebuah informasi, tanyakan terlebih dahulu apakah informasi itu benar, bermanfaat, dan tidak merugikan orang lain. Jangan sampai jari kita menjadi alat untuk menyebarkan kebencian dan memecah belah masyarakat, katanya.

Baca juga :