Surabaya, Gesuri.id Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendorong penguatan integrasi layanan Trans Jatim dengan angkutan pengumpan (feeder), angkutan lokal, terminal, dan stasiun. Integrasi tersebut dinilai penting untuk memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi hingga mencapai tujuan akhir perjalanan.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa, menyampaikan hal itu saat membacakan tanggapan fraksinya terhadap pendapat Gubernur Jawa Timur mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi Jawa Timur dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Selasa (27/10/2026).
Diana menegaskan bahwa keberhasilan transportasi publik tidak cukup diukur dari penambahan rute dan pembangunan infrastruktur. Kemudahan akses, keterjangkauan tarif, ketepatan waktu, kenyamanan, serta ketersediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas juga harus menjadi bagian dari standar pelayanan.
Transportasi publik terintegrasi tidak cukup hanya menghubungkan satu moda dengan moda lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa bepergian dengan mudah, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau, tegas Diana.
Menurutnya, sistem transportasi harus dirancang sebagai satu kesatuan perjalanan. Masyarakat perlu mendapatkan kemudahan untuk menjangkau halte Trans Jatim dari tempat tinggal maupun melanjutkan perjalanan setelah turun di terminal atau stasiun.