Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Siswa tersebut diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena.
Esti menegaskan bahwa tragedi ini merupakan pukulan keras bagi kemanusiaan sekaligus tamparan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Baca:GanjarPranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Ini adalah tamparan keras bagi kita semua. Seorang anak SD kehilangan nyawa bukan karena perang atau bencana, melainkan karena tidak mampu membeli alat tulis. Ini tidak dapat diterima di negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan pendidikan, tegas Esti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/2).