Edi Purwanto: Subsidi Transportasi Umum Harus Berbanding Lurus dengan Kualitas Layanan dan Keselamatan

Oleh: Edi Purwanto, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil Jambi
Selasa, 23 Juni 2026 10:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Saya meyakini bahwa transportasi umum bukan sekadar sarana untuk memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi umum adalah wajah pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat setiap hari. Ketika pemerintah mengalokasikan subsidi dalam jumlah besar untuk sektor transportasi, maka harapan masyarakat tentu tidak hanya berhenti pada tarif yang terjangkau. Mereka juga menginginkan layanan yang nyaman, aman, tepat waktu, dan mampu menjangkau semua kalangan tanpa diskriminasi.

Besarnya subsidi transportasi umum sejatinya merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin mobilitas masyarakat. Negara ingin memastikan bahwa masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi tetap dapat mengakses layanan transportasi dengan biaya yang ringan. Namun saya berpandangan bahwa subsidi tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar dana yang digelontorkan. Yang lebih penting adalah bagaimana subsidi tersebut mampu menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Dalam banyak kesempatan, kita masih menemukan berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Ada transportasi yang belum sepenuhnya nyaman, ada fasilitas yang memerlukan perbaikan, ada jadwal yang belum konsisten, bahkan masih terdapat aspek keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi seperti ini harus menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai subsidi yang besar justru tidak diikuti oleh peningkatan kualitas yang nyata di lapangan.

Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi publik. Tidak ada nilai yang lebih penting dibanding keselamatan manusia. Sebagus apa pun program subsidi yang diberikan, jika aspek keselamatan diabaikan, maka tujuan pelayanan publik tidak akan tercapai secara optimal. Karena itu, operator transportasi dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa standar keselamatan dijalankan secara ketat dan berkelanjutan.

Saya melihat bahwa investasi pada keselamatan bukanlah beban biaya, melainkan investasi jangka panjang. Perawatan armada yang rutin, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan teknologi keselamatan, hingga pengawasan yang konsisten merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum. Ketika masyarakat merasa aman, mereka akan semakin memilih transportasi publik sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Baca juga :