Semarang, Gesuri.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan data kasus Covid-19 yang kerapkali berbeda dengan pusat disebabkan adanya data ganda.
Government Resources Management System (GRMS) Jateng bersama Diskominfo, lanjutnya, telah melakukan sinkronisasi terkait perbedaan data tersebut.
Baca:Gembleng Saksi, PDI Perjuangan Genjot Materi Prokes Covid-19
Soal data yang sering berbeda-beda sudah ketemu. Ternyata kemarin dari GRMS kita berhasil melakukan sinkronisasi data sampai dengan 14.000 dan masih ada angka 6000 yang mesti kita verifikasi ulang. Karena ternyata ada beberapa data itu bisa berulang-ulang disebutkan, kata Ganjar di kantornya, Senin (14/9).
Ganjar berharap persoalan perbedaan data tersebut tidak kembali terulang agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.