Gunungsitoli Bahas Penguatan Pengawasan Hama dan Penyakit di Kepulauan Nias

Wali Kota Gunungsitoli menyambut baik audiensi tersebut
Rabu, 11 Februari 2026 23:56 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Gunungsitoli, Gesuri.id - Wali Kota Gunungsitoli, Sowaa Laoli menerima audiensi dari Balai Karantina Indonesia bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan serta Inspektur Kota Gunungsitoli. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (11/02/2026).

Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka membahas upaya penguatan peran karantina sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta penyakit zoonosis melalui lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, peternakan, dan pangan di wilayah Kepulauan Nias, khususnya Kota Gunungsitoli.

Dalam pemaparannya, pihak Balai Karantina Indonesia menyampaikan bahwa secara geografis Kepulauan Nias merupakan wilayah kepulauan dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap risiko masuknya hama dan penyakit.

Mobilitas orang dan barang antarwilayah yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan pengawasan yang optimal serta sinergi lintas sektor guna menjaga ketahanan pangan, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat.

Baca juga :