Hardiyanto Kenneth Desak Revolusi Pengelolaan Sampah

Persoalan sampah di Jakarta kini bukan sekadar isu kebersihan kota, melainkan telah berkembang menjadi persoalan lingkungan hidup.
Minggu, 17 Mei 2026 11:47 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth menyoroti kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang disebut menjadi salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia sebagai ancaman serius yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Dia menyampaikan bahwa persoalan sampah di Jakarta kini bukan sekadar isu kebersihan kota, melainkan telah berkembang menjadi persoalan lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, hingga menyangkut masa depan keberlanjutan DKI Jakarta dan wilayah penyangganya.

Ini adalah alarm besar bagi DKI Jakarta. Ketika Bantargebang disebut sebagai salah satu penyumbang gas metana terbesar di dunia, maka kita tidak boleh lagi menganggap persoalan sampah hanya urusan pengangkutan dan pembuangan akhir semata. Ini sudah menjadi ancaman lingkungan yang sangat serius, ancaman kesehatan publik, sekaligus ancaman ekologis jangka panjang yang dampaknya bisa dirasakan lintas generasi, ujar Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menjelaskan, gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang memiliki daya rusak yang tinggi terhadap atmosfer, jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida. Timbunan sampah organik yang terus menumpuk selama puluhan tahun di Bantargebang menghasilkan emisi metana dalam jumlah besar akibat proses pembusukan tanpa pengelolaan yang optimal. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya volume sampah harian Jakarta yang mencapai ribuan ton per hari.

Baca:GanjarMembuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Baca juga :