Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino memberikan sejumlah catatan soal perekonomian Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sebab, berdasarkan laporan yang ia terima, struktur pertumbuhan ekonomi di Kalbar yang dinilai masih belum inklusif meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen pada tahun ini.
Berangkat dari isu ini, dirinya mengingatkan agar dicermati lebih dalam kembali karena tumpuan perekonomian Kalbar masih sangat bergantung pada sektor ekstraksi sumber daya alam. Di sisi lain, apabila melihat dari data makro ekonomi, ia mengungkapkan Kalbar tampak menunjukkan capaian yang positif.
Baca:GanjarMembuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Hal tersebut terlihat dari data terkini Penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK), Transfer Keuangan Daerah (TKD), hingga program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang dinilai berjalan cukup baik. TKD-nya juga cukup besar, BPDP-nya oke berjalan, DAK-nya terserap, jadi kalau hanya membaca data ini, ini satu provinsi yang sempurna, ujar Harris dalam agenda pertemuan dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BPK RI, dan BPDP dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/5).