Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino memberikan catatan kritis terkait latar belakang dan kompetensi Sarjito dalam membangun instrumen bursa komoditas dari nol.
Harris menilai portofolio calon lebih didominasi oleh pengalaman di sektor pengawasan pasar modal serta penegakan hukum, ketimbang penguasaan teknis perdagangan komoditas.
Hal tersebut mengemuka saat Komisi XI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dalam rangka Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) terhadap Calon Tunggal Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8).
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Harris Turino menguraikan bahwa keahlian teknis terkait mekanisme perdagangan mineral, sistem resi gudang (warehouse receipt), quality assay, clearing, hingga price discovery komoditas strategis belum terlihat menonjol dalam rekam jejak calon.