I Nyoman Parta Desak Audit Pipa BBM yang Sangat Berkarat di Kawasan Mangrove Benoa

Parta menilai kondisi pipa yang terlihat mengalami korosi berat sebagai ancaman serius bagi kelestarian ekosistem pesisir.
Jum'at, 06 Maret 2026 16:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Nyoman Parta, kembali menyuarakan kekhawatirannya terhadap kondisi infrastruktur pipa BBM yang melintas di kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Benoa.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, dikutip Jumat (6/3/2026), Parta menilai kondisi pipa yang terlihat mengalami korosi berat sebagai ancaman serius bagi kelestarian ekosistem pesisir. Dari foto yang beredar, tampak permukaan pipa dipenuhi kerak karat dan sebagian bagian dibalut material yang diduga plastik atau resin.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele, terlebih lokasinya berada di kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting. Ia menyebut penggunaan clamp darurat serta penyangga berkarat sebagai indikasi bahwa perawatan infrastruktur diduga tidak dilakukan secara optimal.

Kalau benar hanya dilakukan pembungkusan atau tambal sulam pada pipa yang sudah mengalami korosi, itu bukan solusi jangka panjang. Ini kawasan konservasi, risikonya tidak bisa ditoleransi, ujarnya.

Parta menegaskan mangrove di Benoa memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari abrasi, habitat biota laut, sekaligus penyerap karbon. Kebocoran sekecil apa pun, kata dia, dapat berdampak luas terhadap sistem perakaran mangrove yang sensitif terhadap cemaran minyak.

Baca juga :