Ikuti Kami

Taman 1.000 Mangrove di Cirebon, Rokhmin Dahuri: Mangrove Harta Karun Ekologi Tak Ternilai

Mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga sumber kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Taman 1.000 Mangrove di Cirebon, Rokhmin Dahuri: Mangrove Harta Karun Ekologi Tak Ternilai
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri memimpin langsung gerakan penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri memimpin langsung gerakan penanaman 1.000 bibit mangrove di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus mendorong upaya penyelamatan ekosistem pesisir.

“Mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga sumber kehidupan ekonomi masyarakat pesisir. Dari kayu, pewarna alami, hingga ratusan manfaat lain, mangrove adalah harta karun ekologi yang tak ternilai,” kata Rektor Universitas UMMI Bogor, dikutip Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan rehabilitasi hutan mangrove nasional seluas 600.000 hektar yang ditargetkan pemerintah hingga tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Rokhmin menegaskan bahwa mangrove memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup manusia, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi.

“Tanpa mangrove, garis pantai akan terus tergerus, ekosistem laut rusak, dan masa depan pesisir terancam,” ucap Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia dengan luas mencapai 3,7 juta hektar atau sekitar 27 persen dari total mangrove global. Potensi tersebut dinilai harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Tanpa mangrove, garis pantai akan terus tergerus dan ekosistem laut akan rusak. Selain itu, ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon (carbon sequestration) hingga empat kali lebih besar dibandingkan hutan darat (terrestrial),” ujarnya.

Rokhmin juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon agar menjadikan program penanaman mangrove sebagai agenda prioritas. Hal ini mengingat kondisi pesisir pantai utara yang saat ini dinilai cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius.

Ia menegaskan bahwa gerakan penanaman mangrove tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak demi menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon serta Dinas Lingkungan Hidup setempat, yang menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.

Melalui gerakan ini, DPR RI bersama masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat komitmen dalam menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari upaya perlindungan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di wilayah pesisir Indonesia.

Quote