I Nyoman Parta: Pertamina Patra Niaga Akui Rembesan Minyak Sebabkan Matinya Ratusan Mangrove di Benoa

Adanya perbaikan pipa pada September 2025 yang mengalami rembesan. Namun rembesan minyak tersebut tidak dibersihkan secara optimal.
Rabu, 25 Februari 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI Dapil Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, mengungkap dugaan penyebab matinya ratusan pohon mangrove di kawasan Benoa serta mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas kasus tersebut.

Pertamina Patra Niaga telah mengakui adanya perbaikan pipa pada September 2025 yang mengalami rembesan. Namun rembesan minyak tersebut tidak dibersihkan secara optimal. Dalam rapat hari ini disimpulkan bahwa akibat rembesan yang tidak ditangani itulah diduga mangrove menjadi mati, kata I Nyoman Parta, dikutip Rabu (25/2).

Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram miliknya setelah sebelumnya melakukan pertemuan di Kantor Pelindo Benoa. Dalam pertemuan tersebut terungkap adanya rembesan minyak dari pipa milik Pertamina Patra Niaga yang tidak dibersihkan sejak terjadi pada September 2025.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, General Manager Pelabuhan Indonesia, Manager PT PLN Indonesia Power, Manager Pertamina Patra Niaga, KSOP Benoa, perwakilan LNG, UPTD Tahura, serta Komunitas Mangrove Ranger.

Dalam kesimpulan rapat pada poin pertama, disebutkan bahwa rembesan minyak yang tidak dilakukan pembersihan diduga kuat menjadi penyebab kematian mangrove di kawasan tersebut.

Baca juga :