Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menilai melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.600 per dolar Amerika Serikat merupakan ancaman nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, gejolak kurs tidak hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi juga memengaruhi harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat sehari-hari.
Rakyat desa memang tidak memakai dolar, tetapi setiap kenaikan kurs terasa di harga sembako dan biaya hidup. Negara harus hadir menjaga stabilitas ekonomi rakyat sampai ke desa, kata Hj. Ida, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, tekanan akibat pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan konsumen akhir, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada bahan baku impor.
Menurutnya, pelaku usaha makanan seperti produsen tahu, tempe, roti, dan produk susu olahan kini menghadapi dilema antara menanggung kenaikan biaya produksi atau menaikkan harga jual di tengah melemahnya daya beli masyarakat.