Jakarta, Gesuri.id - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengeluarkan ultimatum keras demi melindungi kesehatan masyarakat, seluruh meja goyang pemisah timah yang beroperasi di tengah permukiman warga wajib direlokasi. Jika membandel, lanjutnya, pemerintah daerah memastikan penutupan dan pembongkaran paksa akan dilakukan tanpa kompromi.
Sikap tegas ini bukan tanpa alasan. Kamarudin mengaku merasakan langsung dampak buruk aktivitas meja goyang saat turun langsung ke lapangan. Bahkan, hanya dalam waktu singkat berada di lokasi, ia mengeluhkan gangguan pernapasan.
Ini soal kemanusiaan. Saya sendiri turun ke lokasi, hidung tidak nyaman, pernapasan terganggu. Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa luas ke masyarakat, tegas Kamarudin.
Ultimatum Keras: Sebelum Ramadan Harus Kosong!
Bupati memastikan, 125 meja goyang yang telah didata harus ditutup dan dipindahkan dari kawasan permukiman sebelum bulan Ramadan 2026. Tidak ada toleransi. Tidak ada tawar-menawar.