Jakarta, Gesuri.id - Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, mengeluarkan ultimatum keras demi melindungi kesehatan masyarakat, seluruh meja goyang pemisah timah yang beroperasi di tengah permukiman warga wajib direlokasi. Jika membandel, lanjutnya, pemerintah daerah memastikan penutupan dan pembongkaran paksa akan dilakukan tanpa kompromi.
Sikap tegas ini bukan tanpa alasan. Kamarudin mengaku merasakan langsung dampak buruk aktivitas meja goyang saat turun langsung ke lapangan. Bahkan, hanya dalam waktu singkat berada di lokasi, ia mengeluhkan gangguan pernapasan.
“Ini soal kemanusiaan. Saya sendiri turun ke lokasi, hidung tidak nyaman, pernapasan terganggu. Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa luas ke masyarakat,” tegas Kamarudin.
Ultimatum Keras: Sebelum Ramadan Harus Kosong!
Bupati memastikan, 125 meja goyang yang telah didata harus ditutup dan dipindahkan dari kawasan permukiman sebelum bulan Ramadan 2026. Tidak ada toleransi. Tidak ada tawar-menawar.
“Saya sudah beri waktu sejak September. Tiga bulan saya kasih kesempatan untuk pindah ke wilayah IUP Timah. Tapi sampai akhir Desember masih membandel. Sekarang saya tegaskan, sebelum puasa tidak boleh ada satu pun meja goyang di permukiman. Kalau masih ada, kita bongkar!” ujar Kamarudin dengan nada tinggi.
Penegasan itu disampaikan saat Bupati memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik meja goyang di Kecamatan Gantung, Sabtu (24/1/2026).
Satgas Turun, Bongkar Paksa Jika Membandel
Pemkab Beltim memastikan langkah penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu. Satgas akan diterjunkan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas meja goyang di kawasan padat penduduk.
“Kita tutup. Tidak ada izin. Satgas turun. Tidak boleh buka lagi. Kalau tidak mau pindah, tutup dan bongkar!” tandasnya.
PT Timah Diminta Bertanggung Jawab
Kamarudin juga secara terbuka menekan PT Timah Tbk untuk mengambil tanggung jawab penuh dalam persoalan ini. Menurutnya, relokasi tidak bisa dilepaskan dari kewenangan IUP yang berada di bawah PT Timah.
“Ini nyambung ke PT Timah. Kalau tidak ada IUP, dari mana timahnya. Pemerintah pusat memberi kepercayaan ke PT Timah, maka tanggung jawabnya ada di sana,” tegas Kamarudin.
Sindiran Keras untuk Kabupaten Belitung
Langkah tegas Belitung Timur kini menjadi tamparan keras bagi Kabupaten Belitung. Pasalnya, meja goyang timah masih menjamur di tengah permukiman warga, dengan ancaman kesehatan yang sama.
Pertanyaannya kini menguat di tengah masyarakat:
Apakah Pemkab Belitung berani bersikap setegas Belitung Timur?
Masyarakat menunggu ketegasan Bupati Belitung, apakah akan berpihak pada keselamatan rakyat atau membiarkan ancaman kesehatan terus menghantui permukiman.

















































































