Komarudin Watubun Tegaskan Pelemahan Rupiah Berdampak Langsung ke Masyarakat Desa

Terutama melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan barang impor.
Selasa, 19 Mei 2026 14:29 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa, terutama melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan barang impor.

Saya kira itu masalah dasar, orang kampung juga pasti mengerti. Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, kan berpengaruh pada harga barang akan naik. Barang impor termasuk BBM, pupuk, elektronik, gandum, itu yang makan-makan di kafe beli roti pasti harga akan naik. Jadi dalam konteks penggunaan alat tukar rupiah di desa, iya. Tapi jangan lupa loh sekarang desa-desa itu banyak juga pelaku transaksi ekspor impor, yang kita tahu juga berpengaruh, kata Komarudin di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Komarudin, salah satu sektor yang paling terdampak dari pelemahan rupiah adalah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang masih bergantung pada impor menggunakan dolar AS. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kenaikan biaya logistik hingga tarif transportasi masyarakat.

Jadi saya pikir tidak tepat karena itu sangat mempengaruhi sektor-sektor lain. Kalau harga BBM naik, semua harga barang pasti akan naik. Sekarang pesawat-pesawat juga sudah banyak mengurangi penerbangan, tegasnya.

Ia juga menilai masyarakat desa saat ini sudah semakin terbuka terhadap informasi dan perkembangan ekonomi global. Karena itu, menurutnya, warga desa memahami dampak yang ditimbulkan dari kenaikan nilai dolar terhadap kebutuhan sehari-hari.

Baca juga :