Korban Meninggal Bertambah, Sturman: Latsarmil Itu Latihan Dasar Militer, Judulnya Saja Untuk Militer Bukan Untuk Usaha

Materi pelatihan tidak dapat disamakan dengan latihan dasar militer karena tujuan dan karakter pesertanya berbeda.
Rabu, 01 Juli 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan menilai skema pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih perlu dievaluasi menyusul bertambahnya korban meninggal dunia dalam program pelatihan. Menurutnya, materi pelatihan tidak dapat disamakan dengan latihan dasar militer karena tujuan dan karakter pesertanya berbeda.

Latsarmil itu latihan dasar militer. Judulnya saja untuk militer, bukan untuk usaha. Artinya kita harus melihat secara cermat. Tidak sama kebutuhan untuk militer dengan kepada swasta atau kepada manajer, kata Sturman, Selasa (30/6/2026).

Sturman menjelaskan bahwa peserta latihan dasar militer telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari kemampuan fisik, intelegensi, hingga kriteria tertentu sebelum mengikuti pendidikan. Karena itu, pendekatan yang sama tidak bisa diterapkan kepada calon manajer koperasi.

Untuk militer, sebelum mereka dilatih sudah punya kriteria, punya ketetapan, kemampuan fisik, dan intelegensi yang sudah diukur. Jadi tidak bisa serta-merta paket latihan dasar militer dipindahkan ke paket untuk manajer, tegas Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau tersebut, apabila pembekalan tetap melibatkan unsur-unsur pelatihan militer, materi yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi, bukan diadopsi secara utuh. Pelatihan, kata dia, seharusnya difokuskan pada penguatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan peserta.

Baca juga :