Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali, I Wayan Koster, mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui pemanfaatan energi arus laut di kawasan Selat Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan kemandirian energi Bali sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari Pulau Jawa.
Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan, kata Koster, dikutip Minggu (12/7/2026).
Koster menjelaskan, kebutuhan listrik di Bali saat ini mencapai sekitar 1.300 hingga 1.400 megawatt (MW). Namun, sekitar 400 MW di antaranya masih dipasok melalui jaringan interkoneksi kabel bawah laut dari PLTU Paiton, Jawa Timur. Menurutnya, ketergantungan tersebut perlu dikurangi karena kebutuhan listrik di Bali terus meningkat seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan industri.
Untuk memperkuat ketahanan energi daerah, Pemerintah Provinsi Bali telah menjalankan berbagai program pengembangan energi bersih. Di antaranya mempercepat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di gedung pemerintahan, bangunan komersial, hotel, hingga kawasan industri.
Selain itu, Pemprov Bali juga terus mendorong pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan sampah, tetapi juga meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi di Bali.