Krisantus Tegaskan Pengendalian Inflasi Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Operasi Pasar

Strategi utama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan ketersediaan pasokan barang di lapangan.
Minggu, 22 Februari 2026 08:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa hanya mengandalkan operasi pasar. Menurutnya, strategi utama yang harus dilakukan pemerintah adalah memastikan ketersediaan pasokan barang di lapangan.

Operasi pasar memang kita lakukan, tapi itu bukan satu-satunya solusi. Strategi utamanya adalah kita harus mengatasi ketersediaan barangnya dulu. Jika pasokan aman, harga akan terkendali, ujarnya dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (20/2).

Ia menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara komprehensif. Pendekatan yang dilakukan harus menyasar akar persoalan, bukan sekadar meredam gejolak harga dalam jangka pendek.

Dalam forum yang sama, agenda pemerataan pembangunan desa juga menjadi bagian dari arah kebijakan ke depan. Pemerintah menargetkan pembangunan listrik desa di 60 lokasi pada 2026. Selain itu, sebanyak 338 sekolah akan mendapat dukungan PLTS Supersun berdaya 1.3002.200 VA untuk menunjang aktivitas belajar.

Indeks Desa Mandiri (IDM) Kalbar saat ini berada di posisi empat besar nasional. Konsep membangun dari desa diperkuat dengan usulan pengembangan aplikasi berbasis data geospasial by name by address agar intervensi program lebih tepat sasaran, terutama bagi kelompok Desil 1.

Baca juga :