Logam Berat dan BBM dari Pipa Pertamina Penyebab Matinya 300 Pohon Mangrove di Benoa

Kematian mangrove jenis Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api) itu terungkap.
Jum'at, 27 Februari 2026 20:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, mengungkap dugaan penyebab kematian sekitar 300 pohon mangrove di kawasan sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara bagian utara, tepatnya di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Bali.

Ia menyebut hasil penelitian mengarah pada dugaan pencemaran logam berat dan bahan bakar minyak (BBM) yang berkaitan dengan pipa milik Pertamina.

Tim peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yang dikoordinatori oleh Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., melakukan diagnosis penyakit tumbuhan ke lokasi. Diagnosis awal mengindikasikan bahwa tidak ada infeksi patogen penyebab penyakit di lapangan, namun tanaman sakit dan mati karena terserang penyakit abiotik, salah satunya karena keracunan logam berat dan senyawa hidrokarbon (minyak). Identifikasi awal juga menunjukkan terdapat pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina yang melewati area itu. Dari data koordinasi, terungkap bahwa antara September hingga November 2025, ada kegiatan perbaikan atau perawatan pipa pada jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa ke Pangkalan Pertamina Pesanggaran, kata I Nyoman Parta, dikutip Jumat(27/2/2026).

Kematian mangrove jenis Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api) itu terungkap berdasarkan hasil kajian Tim Peneliti Universitas Udayana (Unud) yang melakukan diagnosa kesehatan tanaman dan studi pustaka bertajuk Analisis Strategis Degradasi dan Krisis Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai: Kontaminasi Hidrokarbon di Bali Selatan.

Parta merinci, laporan penelitian menyebutkan terjadi rembesan minyak yang masuk ke dalam substrat mangrove dan diduga proses pembersihan tidak dilakukan secara menyeluruh setelah aktivitas teknis perawatan pipa tersebut.

Baca juga :