Surabaya, Gesuri.id - Alokasi anggaran logistik penanganan bencana dalam RAPBD Jawa Timur 2027 menjadi sorotan. Salah satu yang menarik perhatian adalah pos mi instan yang tercatat mencapai Rp17,24 miliar.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, meminta pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran penanganan bencana benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.
Menurutnya, besarnya anggaran tidak boleh hanya dilihat dari jumlah barang yang dibeli. Pemerintah juga perlu memastikan bantuan tepat sasaran, memiliki manfaat nyata, serta memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan para korban bencana.
Penanganan korban bencana tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang dibeli atau disalurkan. Yang jauh lebih penting adalah apakah bantuan tersebut benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, tegas Renny.
Selain pos mi instan, terdapat sejumlah alokasi logistik lainnya, antara lain paket sembako Rp3,81 miliar, selimut Rp9,51 miliar, terpal Rp2,75 miliar, kasur lipat Rp2,12 miliar, serta 1.901 unit velbed senilai Rp5,90 miliar.