Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhammad Abdul Azis Sefudin, mendorong pemerintah untuk mengubah pendekatan penanganan bencana dengan menempatkan pencegahan dan mitigasi sebagai fokus utama kebijakan.
Abdul Azis menilai, selama ini kebijakan penanggulangan bencana masih didominasi oleh respons darurat dan pemulihan pascabencana. Sementara itu, alokasi anggaran untuk upaya pencegahan dan mitigasi dinilai belum proporsional dengan besarnya risiko yang dihadapi.
Kemarin juga saya ke Deli Serdang, bahwa penanganan bencana di sana cukup baik. Empat belas hari sudah keluar dari status tanggap darurat. Tapi kerugiannya hampir Rp600 miliar dan itu baru satu daerah, ujar Azis di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca:GanjarPranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Ia menjelaskan, jika kerugian akibat bencana dihitung secara akumulatif di sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera, nilainya dapat mencapai sekitar Rp68 triliun.