Surakarta, Gesuri.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan pentingnya penguatan data mikro hingga tingkat kelurahan sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan pemerintah.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Statistik ke Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (13/5).
Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi implementasi program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) yang dijalankan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Esti menilai, validitas data dari level paling bawah akan menentukan efektivitas program besar pemerintah pusat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penanganan stunting.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Dalam peninjauan tersebut, Esti memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi digital di Kecamatan Banjarsari, yakni aplikasi "Mbak Sri Cantik" (Masyarakat Banjarsari Cinta Statistik). Aplikasi ini mengintegrasikan data krusial seperti angka kemiskinan, prevalensi stunting, data ibu hamil, hingga pemetaan fasilitas umum secara presisi.
"Penyusunan kebijakan harus didasari data mikro yang akurat agar tepat sasaran. Kunjungan kami kali ini berbeda karena kami turun langsung ke tingkat kelurahan untuk melihat bagaimana penguatan statistik berbasis masyarakat ini diimplementasikan," ujar Esti Wijayati.
Menurut Esti, keberadaan data digital yang detail hingga fitur navigasi alamat warga ini akan sangat membantu efektivitas distribusi program nasional. "Data terintegrasi seperti ini membantu pemerintah menyalurkan bantuan lebih efektif, termasuk rencana distribusi Makan Bergizi Gratis," tambahnya.
Salah satu poin krusial yang disoroti Esti adalah efisiensi anggaran dalam pengumpulan data. Ia menyebutkan bahwa validitas data lapangan tidak selalu menuntut biaya tinggi, asalkan pemerintah mampu menggerakkan potensi masyarakat lokal.
Baca: 9 Jejak Gemilang Ganjar Pranowo Pimpin Jawa Tengah
"Penguatan validitas data di tingkat kelurahan sebenarnya bisa dilakukan tanpa anggaran besar. Kuncinya adalah pelibatan aktif unsur masyarakat seperti Dasawisma dan Linmas. Mereka yang paling tahu kondisi lapangan," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Esti berharap model Kelurahan Cantik di Surakarta dapat direplikasi secara nasional. Menurutnya, semakin banyak desa yang mandiri secara statistik, maka basis data nasional akan semakin kuat dalam mendukung pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Sebagai langkah konkret di tingkat legislatif, Esti mengungkapkan bahwa Komisi X DPR RI tengah mengkaji penguatan statistik daerah melalui revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
"Langkah ini penting agar sistem statistik nasional kita lebih responsif, terukur, dan berkelanjutan terhadap kebutuhan pembangunan masa depan," pungkasnya.

















































































