Nico Siahaan: KAA 1955 Ajarkan Negara Berkembang Tak Harus Jadi Objek Tarik-Menarik Kepentingan

Semangat KAA 1955 di Bandung tetap relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global saat ini.
Selasa, 21 April 2026 14:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan, menegaskansemangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung tetap relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global saat ini.

Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955 mengajarkan bahwa negara-negara berkembang tidak harus menjadi objek tarik-menarik kepentingan, tetapi dapat berdiri sebagai subjek yang berdaulat, dengan prinsip bebas aktif tidak terjebak dalam blok, namun tetap aktif membentuk tatanan dunia yang lebih adil, ujarnya dikutip Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan dalam KAA justru semakin penting di tengah perubahan dunia yang kian kompleks.

Hari ini, ketika tekanan geopolitik, disrupsi teknologi, dan ketimpangan global semakin kompleks, relevansi itu justru menguat, ungkapnya.

Junico menilai Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus mengaktualisasikan prinsip politik luar negeri bebas aktif secara lebih kontekstual dan strategis.

Baca juga :