Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan, menegaskan semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung tetap relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global saat ini.
"Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955 mengajarkan bahwa negara-negara berkembang tidak harus menjadi objek tarik-menarik kepentingan, tetapi dapat berdiri sebagai subjek yang berdaulat, dengan prinsip bebas aktif tidak terjebak dalam blok, namun tetap aktif membentuk tatanan dunia yang lebih adil," ujarnya dikutip Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan dalam KAA justru semakin penting di tengah perubahan dunia yang kian kompleks.
"Hari ini, ketika tekanan geopolitik, disrupsi teknologi, dan ketimpangan global semakin kompleks, relevansi itu justru menguat," ungkapnya.
Junico menilai Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus mengaktualisasikan prinsip politik luar negeri bebas aktif secara lebih kontekstual dan strategis.
"Indonesia dituntut bukan hanya konsisten, tetapi juga adaptif menerjemahkan bebas aktif ke dalam diplomasi yang presisi, berbasis kepentingan nasional, dan berorientasi pada stabilitas kawasan serta keadilan global," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Konferensi Asia-Afrika bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi pijakan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
"Konferensi Asia-Afrika adalah pengingat bahwa kedaulatan bukan sekadar posisi, melainkan pilihan strategis yang harus terus diperjuangkan," tegasnya.
Sebagai penutup, Junico menyampaikan ucapan peringatan atas momentum bersejarah tersebut.
"Selamat memperingati 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika," tandasnya.

















































































